Visi
“Desa Bedikulon sebagai Desa Mandiri yang mampu mengelola potensi Desa dan pembangunan berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera”
Misi
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik
- Mengembangkan kegiatan keagamaan
- Meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia
- Mengembangkan teknologi informasi
- Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana
BAGAN DESA
Struktur Organisasi Pemerintahan dan Badan Permusyawaratan Desa Bedikulon.
Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
Sejarah Berdirinya Desa Bedikulon
Dulu antara Bedikulon dan Bediwetan menjadi satu wilayah dengan nama Desa Bedi. Tokoh yang babad Desa Bedi ada tiga orang, yaitu Soprojo yang membabad wilayah Barat, Sowongso babad di wilayah Tengah dan Podrono yang babad di wilayah Timur. Dari keturunan Mbah Soprojo kemudian diangkat menjadi lurah palang, yaitu Mbah Truno. Setelah menjadi desa yang ramai kemudian pada era Bupati Tjokronegoro I Desa Bedi dibagi menjadi dua wilayah, dengan pusat pemerintahannya dinamai Bedikulon.
"Membangun Ponorogo Hebat."
Desa Bedikulon sendiri terdiri dari 3 dhukuhan (dusun), yakni Bogem, Krajan dan Mayi. Penamaan Bedi ini diriwayatkan oleh warga setidaknya dalam tiga versi. Pertama, dari kata "medhi", Kedua, adalah karena dulu terdapat sebuah langgar (musholla) yang berdebu karena pasir (jw. wedhi). Sedangkan versi ketiga, yaitu karena banyak sungai yang membawa endapan pasir. Meskipun agak berbeda, namun ketiganya sama-sama berkaitan dengan pasir atau wedhi.
Lokasi & Wilayah Desa
Batas Wilayah
- Utara Desa Bajang
- Selatan Desa Bancar
- Barat Desa Mojopitu & Desa Crabak
- Timur Desa Bediwetan
Profil Desa
Visi
Misi
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik
- Mengembangkan kegiatan keagamaan
- Meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia
- Mengembangkan teknologi informasi
- Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana
Bagan Desa
Struktur Organisasi Pemerintahan dan Badan Permusyawaratan Desa Bedikulon
Sejarah Desa Bedikulon
Dulu antara Bedikulon dan Bediwetan menjadi satu wilayah dengan nama Desa Bedi. Tokoh yang babad Desa Bedi ada tiga orang, yaitu Soprojo yang membabad wilayah Barat, Sowongso babad di wilayah Tengah dan Podrono yang babad di wilayah Timur. Dari keturunan Mbah Soprojo kemudian diangkat menjadi lurah palang, yaitu Mbah Truno. Setelah menjadi desa yang ramai kemudian pada era Bupati Tjokronegoro i Desa Bedi dibagi menjadi dua wilayah, dengan pusat pemerintahannya dinamai Bedikulon.
Desa Bedikulon sendiri terdiri dari 3 dhukuhan (dusun), yakni Bogem, Krajan dan Mayi. Penamaan Bedi ini diriwayatkan oleh warga setidaknya dalam tiga versi. Pertama, dari kata "medhi", Kedua, adalah karena dulu terdapat sebuah langgar (musholla) yang berdebu karena pasir (jw. wedhi). Sedangkan versi ketiga, yaitu karena banyak sungai yang membawa endapan pasir. Meskipun agak berbeda, namun ketiganya sama-sama berkaitan dengan pasir atau wedhi.
Lokasi & Wilayah Desa
Batas Wilayah
- Utara : Desa Bajang
- Selatan : Desa Bancar
- Barat : Desa Mojopitu & Desa Crabak
- Timur : Desa Bediwetan